Pada kali ini saya akan memberikan Tutorial
Konfigurasi IP Address Debian 5, dimana sebelumnya saya telah share mengenai
Perintah dasar dalam Linux J
Pada dasarnya untuk
mengkonfigurasi IP Address pada Debian itu ada 2 cara, yaitu:
1. /etc/network/interfaces
2. /etc/network/options
File /etc/network/interfaces
itu memuat konfigurasi IP yang akan digunakan oleh Network Interface yang
terpasang pada suatu komputer. Kita edit isi file dengan mengetikan :
( nano
/etc/network/interfaces )
Setelah itu tekan enter,
maka akan muncul :
Keluar & simpan dengan
menekan ctrl+x kemudian y lalu Enter
Kata auto yang mendahului
nama suatu interface menandakan bahwa interface tersebut akan dinyalakan secara
otomatis pada saat booting. Interface lo tidak memiliki konfigurasi IP karena
lo digunakan sebagai loopback sehingga memiliki IP yang pasti yakni 127.0.0.1.
Alamat IP ini digunakan oleh komputer untuk berkomunikasi dengan dirinya
sendiri. Konfigurasi untuk eth0 harus diberikan karena interface ini dikonfigurasi
menggunakan IP statis. Parameter-parameter yang harus disebutkan untuk jenis
interface static adalah:
- address: menentukan IP address yang digunakan suatu komputer.
- network: menentukan Network Address komputer.
- netmask: menentukan subnet mask network komputer.
- broadcast: menentukan alamat broadcast yang digunakan komputer untuk memperkenalkan diri pada jaringan.
- gateway: menentukan default gateway yang digunakan apabila komputer tersebut mengirimkan paket data ke luar jaringan anggotanya.
Setelah selesai melakukan perubahan pada file ini anda dapat mengaktifkan
setting ini dengan menjalankan perintah:
( /etc/init.d/networking restart)
Maka muncul tampilan
Untuk memeriksa apakah
setting ini sudah benar, perintah di bawah ini dapat digunakan.
( ifconfig )
File /etc/network/options memuat beberapa pilihan yang dapat dijalankan bersamaan dengan aktifasi
alamat IP pada bagian di atas.Secara default, file ini mengandung 3 baris.
ip_forward menunjukkan bahwa
komputer ini tidak digunakan untuk memforward paket data yang diterimanya ke
komputer lain. ip_forward harus diset yes bila memang komputer ini dibangun
untuk bertindak sebagai router atau bridge.
spoofprotect menunjukkan
bahwa perlindungan ipspoof aktif. Ada baiknya pilihan ini selalu yes untuk
menghindari terjadinya spoofing alamat IP kita oleh orang lain.
syncookies menyatakan bahwa
syncookies tidak diaktifkan. Pilihan ini bertujuan untuk membatasi jumlah usaha
membuat koneksi baru dari komputer lain ke komputer kita. Bila komputer kita menerima
semua request secara serentak dengan jumlah banyak, besar kemungkinan bahwa
komputer kita akan hang dalam waktu singkat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar